SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

 

Perekonomian global sempat melambat pada tahun 2019 dengan estimasi tingkat pertumbuhan 2,9%. Kelesuan ini disebabkan berkepanjangannya perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Tiongkok serta pergolakan politik di Uni Eropa yang dipicu oleh Brexit yang mengakibatkan melemahnya pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 5,02% di bawah target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,3%. Dampak kelesuan ekonomi tersebut turut pula dirasakan oleh industri batubara global dan domestik. Di Indonesia, harga batubara acuan turun sebesar 21,3% jika dibanding tahun sebelumnya.

Di tengah kondisi harga batubara yang kurang kondusif, Perseroan memfokuskan strateginya pada optimalisasi biaya pokok dan operasional dengan mempersiapkan beberapa inisiatif kunci yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional. Kunci keberhasilan Perseroan di tahun 2019 terletak pada keberhasilan manajemen Perseroan dalam memanfaatkan seluruh kekuatan pondasi-pondasi usaha yang dimiliki Perseroan.

Pada tahun 2019, net profit margin Perseroan hanya mengalami penurunan sebesar 6% apabila dibandingkan dengan harga rata-rata penjualan per ton tahun 2019 yang mencapai 18,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa dengan didukung pondasi dan program cost reduction yang telah dijalankan selama tahun 2019, Perseroan telah mampu menurunkan biaya produksi per ton tahun 2019 sebesar 10,4% dibandingkan 2018.

Dari aspek keuangan, Perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar AS35,3 juta di tengah kondisi harga batubara yang tidak kondusif di tahun 2019. Perseroan pun berhasil mencatat beberapa rasio keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya seperti current ratio di 3,6x dan debt-to-equity ratio di 32,2%.

 

Atas nama Direksi,