Business Top Banner

Mengapa Mitrabara

Di tahun 2019, industri batubara mengalami penurunan yang sangat signifikan ditandai oleh anjloknya harga batubara. Index harga batubara di bursa Newcastle terkoreksi 27,9% dengan rata-rata harga sekitar AS$75,43 per ton dari AS$104,74 per ton dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sementara harga batubara acuan (HBA) rata-rata tahun 2019 terkoreksi sebesar AS$21,1 per ton apabila dibandingkan AS$99,0 per ton tahun 2018.

Di tengah kondisi yang berat tersebut, Perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar AS$35,3 juta. Hasil positif ini mencerminkan kuatnya pondasi usaha Perseroan mengingat sebagian besar pelaku industri membukukan kerugian atau bahkan kesulitan mempertahankan kelanjutan usahanya.
Faktor utama lain yang turut memengaruhi harga batubara adalah lonjakan produksi dalam negeri Indonesia. Realisasi produksi batubara terus mengalami kenaikan dari mulai 2015 sebesar 461 juta ton hingga akhirnya mencapai 616 juta ton pada 2019. Dari jumlah produksi pada 2019, sebanyak 478 juta ton diekspor, sebagian besarnya ke Tiongkok dan India selaku konsumen batubara terbesar di dunia. Kondisi di atas menunjukkan betapa besarnya kontribusi batubara Indonesia terhadap perdagangan batubara internasional. Hal ini turut pula menempatkan produksi batubara Indonesia di posisi yang sangat strategis dan berpengaruh terhadap pasokan dan harga batubara global.
Hingga akhir tahun 2019, total volume produksi Perseroan adalah sebesar 4,2 juta ton, meningkat 17,6% dibandingkan 3,6 juta ton pada akhir tahun 2018. Di sisi lain, beban operasional menurun 10,4% menjadi AS$47,9 per ton dari AS$53,4 per ton di tahun 2018. Tak hanya itu, beban pokok penjualan di tahun 2019 sebesar AS$38,3, turun 12,7% dari AS$43,9 per ton di tahun sebelumnya.